SUSU kedelai kaya kandungan protein dan
berbagai nutrisi lain yang diperlukan tubuh. Susu kedelai pun bisa
dijadikan alternatif pengganti susu sapi pada masakan atau kue, hingga
pengganti santan.
Kandungan zat gizi yang terdapat dalam susu
kedelai juga cukup banyak. Antara lain protein, lemak nabati,
karbohidrat, serat, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin B2. Protein yang
terkandung dalam kedelai diketahui kaya asam amino arginin dan glisin.
Susu kedelai diketahui menyimpan manfaat yang baik untuk kesehatan.
Sebut
saja menyehatkan jantung, mengontrol tekanan darah tinggi, mengurangi
kolesterol dalam darah, mengurangi risiko diabetes, mencegah
osteoporosis, dan membantu menjaga kesehatan mental. Susu kedelai
menjadi pengganti susu sapi bagi mereka yang memiliki intoleransi
laktosa. Namun tidak sebatas itu saja, susu kedelai juga bisa diandalkan
sebagai substitusi susu sapi pada masakan dan kue.
Misalnya
saja pada pembuatan lasagna yang menggunakan susu cair, bisa diganti
dengan susu kedelai. Termasuk ketika membuat kue semacam muffin, juga
dessert seperti caramel cream atau puding cincau. Bahkan, susu kedelai
juga bisa menggantikan santan baik untuk membuat masakan maupun kue. Ya,
kue tradisional yang langganan memakai santan dalam pembuatannya bisa
digantikan dengan susu kedelai.
Meski tentu saja hasilnya tidak
akan segurih yang memakai santan. Pemakaian santan justru membuat kue
menjadi mudah basi. Untuk menggunakannya, susu kedelai direbus terlebih
dulu hingga mengental, baru dipakai seperti santan. Sementara pada
masakan, susu kedelai bisa ditambahkan dalam pembuatan opor misalnya.
Santan memang membuat gurih rasa hidangan.
Meski begitu, Anda
harus ingat bahwa santan mengandung lemak yang tinggi. Konsumsi asam
lemak jenuh yang berlebih akan berkontribusi terhadap timbulnya
kegemukan dan obesitas. Kalau sudah begitu, berbagai penyakit
degeneratif pun rentan muncul. Maka itu, agar masakan menjadi lebih
sehat, susu kedelai bisa Anda manfaatkan. Susu kedelai kaya akan asam
lemak tidak jenuh, isoflavon, dan lesitin yang mampu menurunkan
kolesterol.
Mereka yang ingin menghindari kolesterol paling pas
mengganti santan dengan susu tersebut. Pemakaian susu kedelai yang
disarankan adalah separuh takaran santan kelapa. Lalu ditambah air agar
lebih encer. Jika kita biasa memasak menggunakan satu liter santan,
gunakan sari kedelai cukup setengah liter lalu ditambahkan air
secukupnya agar tidak begitu kental.
Proses pembuatan susu
kedelai sebetulnya cukup sederhana. Hanya membutuhkan bahan-bahan berupa
kacang kedelai dan air. Kadar air pun hendaknya disesuaikan menurut
kekentalan yang diinginkan. Adapun penambahan daun pandan atau vanili,
gula, dan garam dapat digunakan untuk meminimalkan rasa langu dari
kedelai.
Sementara dalam upaya untuk menambah khasiat serta
menghasilkan rasa yang enak dan bervariasi, Anda dapat juga menambahkan
dengan bahanbahan seperti serai, jahe, cengkih, kayu manis, bubuk
cokelat, teh bubuk, dan lain sebagainya. Rasanya yang enak plus
kandungan gizi yang terdapat pada segelas susu kedelai, menjadikan
minuman ini baik untuk dikonsumsi anakanak.
Agar lebih menarik
perhatian si kecil, Anda bisa menambahkan teh hijau bubuk dan pewarna
hijau untuk menghasilkan susu kedelai berwarna hijau. Juga, esens
stroberi dan pewarna merah muda guna mendapatkan warna susu kedelai
merah muda. Adapun untuk proses pembuatannya, pertama-tama cucilah
kacang kedelai dengan air bersih lalu rendam selama 10 jam atau
semalaman hingga ukurannya membesar dan empuk.
Setelah itu,
bersihkan kulit arinya. Berikutnya, masukkan dalam blender, kedelai
dengan air kira-kira 1 : 3. Dengan begitu, jika satu mangkuk kedelai,
campurkan dengan tiga mangkuk air. Blender hingga halus lalu saring
dengan kain putih atau kain kasa atau saringan yang lubangnya kecil.
Dapat
juga dilakukan blender dan penyaringan berulang dari 3 bagian air agar
sari kedelai keluar lebih banyak. Tahap berikutnya, yaitu perebusan yang
bertujuan untuk mensterilkan dari kuman, membuat susu kedelai menjadi
beraroma, menambah khasiat bagi tubuh, serta mengurangi aroma kedelai
yang masih langu. Caranya, rebus dengan api sedang sambil diaduk-aduk
agar susu tidak pecah.
Pada perebusan ini kita dapat menambahkan
bahan-bahan sesuai keinginan, misalnya daun pandan atau vanili, jahe,
bubuk cokelat, gula, sedikit garam, atau lainnya. Jika menggunakan
vanili, jangan kebanyakan memasukkan vanili karena akan menyebabkan rasa
pahit.
Minuman ini cocok disajikan selagi hangat atau dingin.
Jika ingin susu kedelai disajikan dingin, diamkan saja beberapa lama di
dalam kulkas.
Sri noviarni
(ars) Koran SINDO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar